oleh

Pengkhianat, Sembilan Anggota Dewan Berkarya NTB Akan Didepak

DOK/RADAR MANDALIKA
SERAHKAN: Ketua DPW Berkarya NTB, L Darmawan saat menyerahkan SK rekom ke HL Pathul Bahri, beberapa waktu lalu.

MATARAM – Dewan Pengurus Wilayah DPW Berkarya NTB akan memecat (depak, red) sembilan anggota DPRD kabupaten kota NTB. Sikap ini salah satu hasil  konsolidasi internal yang dilakukannya paska terbitnya putusan sidang PTUN polemik partai Berkarya yang memenangkan kubu Tommy Suharto. Sembilan anggota itu dianggap telah membangkang dari partai Berkarya. Mereka diam-diam masuk ke partai lain, Beringin Berkarya. Nasib mereka sebagai wakil rakyat tinggal menunggu hari. Mereka akan segera diusulkan Pergantian Antar Waktu (PAW).

BACA JUGA:  Ketua DPRD Jembatani Pelaku Wisata Dengan PT STM

 

“Yang pindah partai harus dikeluarkan,” tegas Ketua DPW Berkarya NTB, Lalu Darmawan saat dihubungi.

 

SK kesembilan orang ini sebagai pengurus Partai Beringin Karya juga telah diterima oleh DPW Berkarya. Darmawan menyatakan, SK pemecatan sembilan orang anggota legislatif ini menunggu SK Kemenkumham atas pengesahan kepengurusan Partai Berkarya ke Tommy Suharto. Mereka saat ini sedang menyusun proses PAW untuk mengangkat suara terbanyak nomer dua pada hasil Pileg 2019 lalu. Untuk diketahui sembilan orang tersebut tidak hanya di Lobar, melainkan juga di Dompu dan di Lombok Timur.

BACA JUGA:  Lobar, Longsor Empat Rumah Rusak

 

“Setiap orang pindah harus keluar dari Berkarya. Yang nomor dua yang harus naik menjadi Dewan,” tegasnya.

 

Ditegaskannya pengajuan PAW itu proses yang wajar mengingat itu perintah langsung dari DPP. DPW merupakan perpanjangan tangan DPP yang harus melakukan kebijakan DPP. Yang keluar itu berarti telah mengkhianati ibu kandungnya.

“Bagaimana, ibunya yang melahirkan dilawan lalu pindah ke ibu tirinya. Ia udah pindah aja,” katanya.

BACA JUGA:  Naas, Pemuda Asal Jenggik Utara Ditemukan Tewas di Kawasan TNGR

 

Darwawan menegaskan, Partai Berkarya dan Beringin Karya jelas berbeda termasuk Anggaran Dasar dan Anggran Rumah Tangganya. AD/ART partai  Berkarya Nomor 104 sementara Beringin Berkarya bernomor 17.

“Berarti pindah orang itu. Resikonya di PAW ia harus dipecat. Semua yang pindah partai itu harus dikeluarkan,’ tegasnya.(jho)

 

News Feed