oleh

Pasien Korona Dilarang Isolasi di Rumah, RS Darurat di Mataram Penuh

MATARAM—Hotel Nutana yang menjadi Rumah Sakit (RS) Darurat Covid-19 di Mataram penuh. Ada 40 pasien yang saat ini menjalani isolasi di hotel tersebut.

“RSUD Kota kita jadikan untuk perawatan pasien Korona yang Komorbid. Tapi karena tak ada tempat lagi, kita pakai juga untuk pasien gejala ringan,” kata Direktur RSUD Kota Mataram HL Herman Mahaputra pada Lombok Post, Selasa (16/2/2021).

Pria yang karib disapa Jack ini menuturkan, untuk Hotel Fizz yang juga menjadi RS Darurat Covid-19, baru bisa digunakan mulai hari ini karena masih ada pengunjungnya. “Kalau ada tamu, tidak mungkin kita campur dengan pasien Korona,” tutur dia.

Baca Juga  Polda NTB Kembali Perketat Penerapan Protokol Covid-19

Jack mengatakan, pemkot tidak menutup kemungkinan akan memanfaatkan hotel lainnya sebagai RS Darurat Covid-19. “Tapi sejauh ini, tambahan RS darurat belum mendesak. Kita optimalkan fasilitas yang sudah ada dulu,” kata dokter gaul ini.

Dia menjelaskan, pemkot menyediakan fasilitas isolasi terpusat bagi pasien Covid-19 tanpa gejala untuk memudahkan pemantauan. “Kalau mereka isolasi mandiri di rumah, kita kesulitan mengontrol. Apakah mereka melakukan isolasi sesuai Prokes atau tidak,” kata dr Jack.

Dia juga menyiapkan aplikasi one stop Covid-19 solution. Dengan mendowload aplikasi ini di playstore, akan diketahui mana warga yang positif. Tidak hanya orangnya, namun juga alamatnya. “Termasuk juga nanti ketersediaan kamar di RSUD Kota Mataram dan RS Darurat Covid-19. Kalau ada warga batuk atau demam, bisa dilaporkan lewat aplikasi ini,” tutur dia.

Baca Juga  Persiapan Suntik Vaksin Covid-19, SDM Belum Terlatih

Saat ini, Jack mengaku masih mempersiapkan perangkatnya. Baru nantinya akan meminta persetujuan wali kota Mataram. “Ini nanti akan kita launching,” tutur dia.

Terpisah, Kepala Diskominfo Kota Mataram I Nyoman Suwandiasa mengatakan, jumlah kasus Korona di Kota Mataram secara kumulatif hingga kemarin mencapai 2.053 orang. Rinciannya, pasien sembuh 1.868 orang, masih perawatan 73 orang, dan meninggal 112 orang.

Baca Juga  Satu Anggota Dewan NTB Belum Kembalikan Uang Negara

Kini kata dia, perawatan pasien Korona harus terpusat di RS Darurat Covid-19. “Tidak boleh ada pasien yang melakukan isolasi mandiri di rumahnya,” tutur dia.

Diungkapkan, pemkot sudah nenyiapkan skenario bagi pasien Korona. Untuk pasien komorbid akan dilakukan perawatan di RSUD Kota Mataram. Sedangkan pasien dengan gejala ringan akan dirawat di RS Darurat Covid 19, yakni Hotel Nutana dan Fizz Hotel.

Begitu juga dengan para Pekerja Migran Indnesia (PMI) yang baru pulang akan dikarantina di Wisma Nusantara. “Ini kita lakukan untuk memutus penyebaran Korona,” ungkap dia. (*/cr4)

 

Sumber : lombokpost.jawapos.com

News Feed