LOMBOK TIMUR – Ada nuansa baru dari rencana gelaran ajang MotoGP di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika, Lombok Tengah, NTB pada tahun 2021 mendatang.
Kabupaten Lombok Timur sebagai salah satu daerah penyangga yang nantinya terdampak sudah mulai mempersiapkan dirinya.
Pembenahan fasilitas mulai dari penataan wilayah di bagian selatan telah dimulai. Bahkan, Pemkab Lombok Timur telah merekonstruksi infrastruktur lainnya seperti jalan dan hotel penginapan.
Kepala Dinas Perhubungan Lombok Timur, Purnama Hadi, MM mengatakan, sejumlah infrastruktur akan dibangun untuk mendukung program pemerintah di sektor pariwisata.
Pembenahan itu berupa embersihan kawasan pantai Teluk Ekas sepanjang 1300 m x 30 m untuk ruang terbuka. Selanjutnya akan dibuat Jalan / Trotoar sepanjang 1300 m x 2 meter.
Selain itu kataantan Kepala BPBD Lotim itu, akan dilakukan pembersihan lokasi area parkir, lapak dan musholla seluas 70 are.
“Site plan dan RAB bangunan fisik sedang disusun pihak Consultan,” jelasnya.
Bersama dinas teknis lainnya, pun dilakukan pembersihan area bermain seluas 50 are, pembersihan dan penataan ruang untuk relokasi Rumah sebanyak 15 KK yang terkena radius 30 meter dari pantai.
Bahkan, akan ada pembukaan jalan lingkar baru/ lanjutan mulai dari Dusun Ekas- Makam Tompok-ompok dan Dusun Tenges-enges sepanjang 1 km.
“Kawasan Teluk Ekas merupakan salah satu kawasan/ destinasi wisata yang akan terkena dampak dari kegiatan motor GP di KEK Mandalika. Oleh karena itu perlu persiapan dan penataan kawasan Teluk Ekas mulai dari sekarang,” beber Purnama Hadi.
Untuk menunjang sektor pariwisata khusus di wilayah selatan Lombok Timur, akan dilengkapi dengan fasilitas lainnya termasuk homestay, hotel dan restoran. Bahkan pemerintah akan melakukan kerjasama dengan sejumlah pihak perusahaan atau investor mendukung program strategis pemerintah.
Sementara itu, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Lombok Timur, Mukhsin, M.Kes, MM mengakui jika pemerintah telah menjalin komunikasi dengan sejumlah investor yang berniat menanamkan investasinya di daerah Gumi Patuh Karya.
Pembenahan di sekitar pantai Emas dan sekitarnya akan terus dipacu, sehingga akses wisatawan dan pengusaha yang berniat berinvest dapat dimudahkan.
“Pantai di Ekas sudah mulai dirapikan. Dan rencananya akan dibangun jalan hotmix hingga ke ujung pantai Ekas. Termasuk membangun terminal untuk kegiatan perahu nelayan sebagai tadi laut,” kata Mukhsin dalam rilisnya.
Dia juga menyebutkan bahwa beberapa investor lokal juga telah membangun sejumlah villa dan penginapan serta restoran di tengah laut.
Rencana itu tambah Mukhsin untuk mendukung kegiatan surfing sebagai wisata bahari. Sebab, pantai Ekas masuk sebagai salah satu wisata bahari kelas dunia. Bahkan nomor dua didunia akan keindahan alamnya.
“Obyek wisata terutama wisata bahari dilokasi tersebut sangat mendukung. Kita bisa laksanakan para layang di Kaliantan yang terbaik di Indonesia. Surfing, diving serta rencana untuk mengembangkan wisata Geopark Rinjani sebagai kawasan cagar budaya dunia,” tandas Muksin. (wr-dy)







