Kasubbag Humas Polres Lotim, IPTU Lalu Jaharudin, mengatakan, langkah antisipasi dilakukan Polres Lotim, dengan menggerakkan para Bhabinkamtibmas di tingkat desa, melalui sistem door to door (pintu ke pintu). Dengan sistem pendekatan itu, akan bisa mengantisipasi paham yang berkembang ditengah masyarakat, terutama yang menjurus pada paham radikalisme.
“Kita sampaikan ke masyarakat, kalau ada kelompok-kelompok pengajian yang tertutup dari orang lain, perlu dicurigai. Karena Islam itu harus disyiarkan, harus dipahami oleh semua orang, tak boleh disembunyi-sembunyikan,” jelasnya.
Penyebab munculnya paham radikalisme lanjut Jaharudin, sebagian besar karena pemahaman agama yang setengah-setengah, dan bukan belajar dari ahlinya. Ditambah lagi beban ekonomi dan beban politik. Sehingga, paham terselubung ini bisa berkembang cepat ditengah masyarakat. Biasanya, orang tersebut mudah terpapar paham radikal mudah didoktrin dan tercuci otaknya, percaya dengan seseorang dan langsung diserap oleh pikirannya, tanpa memfilter. Bahkan, dia tidak mau lagi menerima pemikiran orang lain, dan sampai-sampai mengganggap gurunya itu seperti Nabi. Apa yang diperintahkan gurunya, bagi orang tersebut bahwa itu harga mati untuk dijalaninya.
“Penyebaran paham radikalisme ini biasanya terselubung, membentuk kelompok-kelompok kecil. Bukan dilakukan terang-terangan,” tegasnya.
Selaku bangsa yang baik, lanjut Jaharudin, masyarakat harus tetap berhati-hati dan waspada, dari penyebaran paham radikalisme, yang dapat mengancam keamanan negara ini. Ia berharap, tidak ada masyarakat Lotim, yang terpapar paham radikal. Selain itu juga berharap, bila masyarakat mengetahui adanya kegiatan-kegiatan yang menjurus pada paham radikal, segera melapor ke pihak berwajib. Sehingga, aparat segera mengambil tindakan cepat, agar paham tersebut tidak meluas ditengah-tengah masyarakat. Bagaimanapun, paham radikal ini hanya akan merugikan diri sendiri, dan merugikan orang lain.
“Kami berharap, seluruh elemen masyarakat Lombok Timur, ikut menjaga keutuhan NKRI. Tidak terpengaruh paham radikal dan anti Pancasila. Mari bersama-sama kita jaga persatuan dan kesatuan,” pungkasnya. (fa’i/r3)
Polres Antisipasi Organisasi Paham Radikal











Komentar