Kabupaten Sumbawa Barat Provinsi Nusa Tenggara Barat dianugerahi kekayaan Alam yang luar biasa dari yang Maha Kuasa.
Hampir seluruh bukit, dan gunung yang ada di seluruh Kecamatan yang ada memiliki kandungan mineral logam berharga terutama emas.
Jika melihat hasilnya, mari kita tengok tambak rakyat saja berdasarkan laporan beberapa pelaku usaha tambang rakyat rata-rata transaksi emas dari aktivitas mereka perhari mencapai angka 1 Milyar, cukup fantastis.
Ekonomi masyarakat dengan adanya tambang rakyat tak bisa dipungkiri memberi dampak positif, beberapa hari lalu sy mampir di salah satu toko buah duren yang ada di Kota Taliwang, seketika ada datang pasangan suami istri membeli dua buah duren yang berukuran paling besar yang ada ditempat itu, nampak sang suami merogoh kocek Rp.1 juta rupiah untuk membeli dua duren jumbo tersebut, sembari menyerahkan uang ke pedagang ia bilang sambil berseloroh sayang istri itu kecil.
Cek dan ricek pasangan suami istri ini ternyata pelanggan setia duren di toko ini dan sang suami ternyata salah satu pelaku atau pekerja disalah satu tambang rakyat, entah sebagai apa.
Cerita soal pasangan suami istri ini soal belanja duren dan aktivitasnya sebagai penambang rakyat adalah contoh kecil dampak ekonomi bagi sektor usaha lainnya, anda juga mungkin punya cerita lain soal dampak ekonomi dari aktivitas tambang rakyat tersebut.
Jika kita melihat hasil tambang rakyat ini dengan peralatan tradisional seadanya, tentu ini tidak ada apa-apanya jika dibandingkan dengan lubang raksasa tambang Batu Hijau di Perut Bumi Sumbawa Barat bagian selatan, ber ton ton hasil konsentrat yang kemudian diolah menjadi emas dan tembaga pun telah mendatangkan hasil yang sudah mestinya juga mendatangkan dampak ekonomi yang luar biasa bagi KSB.
Tapi faktanya seperti apa, beberapa hari lalu saya jalan ke Maluk Wilayah Lingkar tambang menemui beberapa teman pengusaha, sejumlah pemuda dan warga setempat, rata-rata informasi yang saya peroleh semuanya mengeluh.
Ada yang bilang kondisi jauh dari Batu Hijau dikelolah Newmont, ada yang bilang Maluk semakin ramai tapi uang beredar sedikit, ada yang bilang uang sedikit beredar karena gajinya sedikit,dapat proyek susah macam-macam bahasa yang keluar dari mulut teman2 yang kami temui, belum lagi bicara soal bantuan yang kerap kali dianggap tak adil, misalnya event A dengan event B acara masyarakat baik olahraga maupun kegiatan lainnya yang beda-beda nilai dukungan perusahaan Amman Mineral selaku operator Batu Hijau saat ini, ada yang disupport total ada yang tidak.
Entah bagaimana cara dan pertimbangan perusahaan dalam menentukan masalah yang terakhir disebutkan diatas, wallahualam memang perlu untuk Tabayyun.
(Bersambung)
Catatan Ringan : Indra Irawan LM (KMC Media Group)










