LOMBOK TIMUR – Tak kurang dari 110 hektar lahan pertanian warga diwilayah selatan dan Utara Kabupaten Lombok Timur, mengalami gagal panen (puso). Sebagian besar tanaman yang puso merupakan tanaman jenis padi.
Kekhawatiran ini akan berlanjut apalagi puncak musim kemarau berada di bulan Juli hingga September mendatang.
Kepala Dinas Pertanian, Ir. H. Abadi menyebutkan, sekitar 100 hektar lahan mengalami kekeringan di wilayah selatan dan 10 hektar di wilayah utara, Lombok Timur.
Meski lahan pertanian milik warga mengalami puso, pihak Jasindo sudah melakukan pendataan untuk membantu dalam hal ganti rugi lahan warga yang gagal panen.
Memang kata H. Abadi, tak ada yang bisa diperbuat untuk menanam disaat musim kemarau yang menyebabkan lahan mengalami kekeringan.
Untuk itu, ia mengimbau agar warga tidak menanam.terlebih dahulu untuk mengantisipasi kerugian yang lebih besar.
Karena, sumber mata air yang menjadi satu-satunya untuk mengaliri lahan pertanian sudah mengering.
“Kami sudah berupaya untuk membantu lahan pertanian warga dengan mendatangkan alat-alat yang dapat menyedot sumber air, seperti pompa dan sebagainya,” kata H. Abadi.
Meski demikian, saat ini belum ada lahan yang dikategorikan menganggur. Sebab, lahan yang ada masih ditanami tanaman jenis tembakau. (wr-dy)











Komentar