DOMPU,SIBERINDOtnb.co
Kabid Humas Polda NTB Kombes Pol. Drs, Artanto M.Si mengatakan, saat melakukan kegiatan pengamanan tidak dibenarkan mengentengkan setiap persoalan. Oleh karena itu, Kepolisian tetap harus over estimated dan tidak under estimated.
Hal itu disampaikan Kabid Humas Polda NTB dihadapan awak media cetak, online maupun elektornik di Dompu Sabtu (10/10/2020). Dikatakan, Polisi jangan pernah menganggap remeh setiap persoalan, jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, tanggungjawab tetap kembali pada Polisi sebagai petugas pengaman.
“Petugas Kepolisian akan berupaya semaksimal mungkin untuk mengantisipasi agar tidak terjadi hal-hal yang menonjol, “kata Artanto.
Kabid Humas Polda NTB juga menyampaikan bahwa, kabupaten Dompu menjadi atensi khusus bagi Kepolisian. Karena Kabupaten Dompu dikategorikan daerah rawan Pilkada sebagaimana daerah lainnya.
Selain mencegah rawan terjadinya konflik pada situasi pilkada, Kepolisian juga memiliki tugas khusus mencegah kerawanan dalam penyebaran Covid-19. “Hal ini perlu diwasapadai agar tidak muncul kluster baru Covid-19,”terangnya.
Ditanya sampai kapan anggota personil membackup pengamanan Pilkada di Dompu, dia mengatakan, penempatan personil Brimob dari Lombok, Sumbawa dan Bima itu akan berakhir sampai situasi di daerah ini dianggap cukup aman dan kondusive.
“Kita harapkan juga teman-teman media di Dompu juga untuk ikut menciptakan kondusivenya daerah ini melalui pemberitaannya, ”Harapnya.(ts/rf)










