oleh

Ketua PGRI Pujut Merasa Difitnah

IST/RADAR MANDALIKA
KLARIFIKASI: Ketua PGRI Kecamatan Pujut, H Jempol saat memenuhi panggilan klarifikasi Bawaslu.

PRAYA –  Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kecamatan Pujut, H Jempol angkat bicara terkait sikap Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) yang tengah menelusuri dugaan pelanggaran netralitas sebagai ASN yang dilakukan dirinya.

 

Kepada media, H Jempol mengatakan dirinya sudah menjelaskan bahwasanya akun facebook bernama Mia Amaq telah menyebarkan fitnah terhadap dirinya. Pasalnya, akun yang menurutnya tak jelas tersebut telah memfitnah dirinya melakukan ajakan kepada para guru di Kecamatan Pujut untuk memilih calon tertentu. Jempol pun berani bersumpah atas nama Allah tidak mungkin berani melakukan tindakan diluar kode etik ASN.

Baca Juga  Tapal Batas, Penyelesaian Sengketa Serahkan ke Pusat

“PGRI juga baru dilantik, kebetulan memang benar saya yang dipercaya sebagai ketua. Tapi untuk mengajak pengurus lain saya berani sumpah tidak pernah,” tegas pada Radar Mandalika, Senin, (9/11) kemarin.

Jempol mengakui dia juga ikut berkomentar dalam postingan yang dibuat oleh akun Mia Amaq terkait tuduhan atas dirinya berkampanye. “Saya akui kemarin ikut berkomentar dengan menggunakan gambar yang memperlihatkan salah satu calon dan nomor urutnya, tapi bukan berarti saya mengajak orang lain untuk memilih calon tersebut,” katanya.

Baca Juga  Budaya Dompu, Merupakan Bagian Dari Tonggak Kebudayaan Nasional

“Itu murni sesuai dengan hati nurani saya, H Sumum juga masih keluarga dengan saya. Kalau soal komentar dengan foto, itu adalah bentuk spontanitas saja, ” tambahnya.

Jempol menyebutkan, kalau dikatakan dia benar terlibat langsung dalam mengkampanyekan calon tertentu, menurutnya hal tersebut jelas fitnah. “Dia serang saya lewat medsos, sedangkan apa bukti bahwa saya mengkampanyekan calon ke teman-teman guru lain itu tidak jelas,” ujarnya.

Baca Juga  Anggota DPD RI Sultan Tidore Husain Sjah : Pemuda Harus Menjadi Lokomotif Pembangunan Dan Agen Perubahan

Dirinya juga meminta akun facebook bernama Mia Amaq ini secepatnya bertemu dengannya, untuk nantinya dia bisa memberikan penjelasan lebih detail lagi kepada pihak yang menyebar fitnah atas dirinya tersebut.

“Jadi saya ingin minta penjelasan terkait dimana, kapan, dan siapa saksi yang mendengar ataupun melihat saya mengajak teman-teman guru lain untuk memilih calon tertentu. Kalau saya tau siapa Mia Amaq ini, mungkin saya yang langsung cari ke rumahnya,” tutupnya tegas. (buy)

 

 

 

News Feed