LOMBOK TIMUR – Syamsuddin, S.Sos, Caleg Perindo, kelahiran Dusun Ujung Desa Pemongkong, kecamatan Jerowaru, Lombok Timur (Lotim), akan memberi atensi khusus terhadap aspirasi kaum muda. Bagi tokoh entrepreneur muda kelahiran 22 Maret 1982 ini, mengakomodir kepentingan pemuda, terlebih khusus secara ekonomi, maka sesungguhnya kaum muda yang jumlahnya sekitar separuh dari jumlah penduduk Lotim tersebut tidak akan membuat susah pemerintah daerah.
Maka jawaban yang paling tepat, menurut Bung Syam, Caleg dari daerah pemilihan (dapil) Sakra, Sakra Barat, Sakra Timur, Keruak dan Jerowaru itu, harus diinisiasi pembentukan regulasi khusus untuk pengembangan kepemudaan, terutama dalam bidang ekonomi.
‘’Tentu saja kita tidak ingin kaum muda di Lotim ini sedikit-sedikit mau pergi ke Malaysia sebagai PMI hanya karena lapangan pekerjaan di daerahnya tidak tersedia,’’ kata Syamsuddin, Senin, 10 Juli 2023.
Pemuda itu, kata aktivis dab Pengusaha Muda ini, memiliki potensi dan energi yang luar biasa. “Ide-ide cemerlang dari kaum muda banyak tumbuh, inovasi-inovasi baru untuk mengeluarkan dirinya dari jeratan keterpurukan ekonomi sungguh begitu besar dari pemuda,’’ katanya.
Karena itu terbitnya regulasi, baik itu peraturan daerah (Perda), peraturan bupati (Perbup), hingga awig-awig pun harus didukung. “Jangan sampai ide-ide bernas dari pemuda dipatahkan,’’ tambah pegiat antikorupsi yang kini sedang studi S2 Hukum di Universitas Muhammadiyah Mataram (Ummat) ini.
Satu hal yang ingin diwujudkan yakni bagaimana mewujudkan ekonomi bertumbuh secara syariah. Hal itu sebenarnya telah diinisiasi oleh Gubernur NTB dua periode sebelumnya, TGB. Dr. KH. M. Zainul Majdi yang juga Ketua Harian Nasional Perindo.
“Jangan sampai pemuda yang ingin mengubah ekonomi diri dan keluarga, kok malah terjebak dengan rentenir. Itu tentu sangat disayangkan,’’ katanya.
Konkretnya, menurut Syamsuddin, pemuda yang ingin menggarap usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) saja diakomodir, misalnya dengan memberikan keringanan pinjaman modal di bank.
‘’Dalam hal ini pemerintah Lombok Timur harus menjamin pinjaman bagi pemuda itu,’’ kata Syamsuddin, Owner PT. Gada Tunggal Perkasa (GTP) itu.
Jaminan pinjaman modal bagi pemuda itu bisa direalisasikan, sebab pemkab Lotim sendiri memiliki keberhasilan pengelolaan pinjaman dari perbankan
“Kalau para peternak sapi di Lotim ternyata bisa diatur pengelolaan pinjaman modalnya, maka tentu saja para nelayan yang akan membudidayakan kelautan dan perikanan bisa terwujud.” tandas Bung Syam yang kini juga sedang menyelesaikan disertasi untuk doktoral (S3) University Tun Husein Johor Bharu, Malaysia, jurusan Bussines Management Public (DBA) itu.
Demikian, juga, para pemuda yang akan mengelola UMKM dapat terwujud. Kalau saja Syamsuddin terpilih sebagai anggota DPRD Lotim, Caleg dari dapil 2 Lotim ini akan memberi atensi khusus bagi pemuda.
“Kami bisa wujudkan itu semua, sebab referensi kami ada, contoh yang sudah jalan pun ada,’’ ujarnya.
Lihatlah betapa banyak pemuda yang terjun dengan inisiatif sendiri membuka dan mengelola destinasi wisata, sebagai kelompok sadar wisata (darwis), mengelola UMKM seperti kafe atau angkringan, juga usaha lain di bidang pertanian dan kelautan.
“Semua itu karena tekad pemuda dengan hati bergejolak ingin keluar dari himpitan ekonomi keluarga. Dan tentu saja kami welcome untuk memperjuangkannya, jangan sampai mereka patah semangat,’’ demikian tekad Syamsuddin, aktivis muda itu.










