LOMBOK TIMUR – Rombongan pelajar Madrasah Tsanawiyah di Kecamatan Masbagik, Lombok Timur yang hendak melakukan camping di Pantai Galeri, Kecamatan Jerowaru, Lotim, berubah menjadi petaka.
Bagaimana tidak, salah seorang siswanya, M. Taufik Hidayat (12) asal Dasan Lendang, Desa Montong Baan Selatan, Kecamatan Sikur, Lotim ditemukan dalam kondisi sudah tak bernyawa Minggu, (8/11) sekitar pukul. 05.00 wita.
Pelajar yang masih duduk dikelas VII Mts Masbagek itu terseret ombak pantai Galeri, Desa Siriwe, Kecamatan Jerowaru. Diketahui oleh pelajar lainnya, korban sempat menghilang sejak Sabtu (7/11) sekitar pukul. 14.00 wita.
Rombongan pelajar ditemani salah seorang guru pembimbingnya Ustadz Fathul Qadir Zen, awalnya hendak membagikan hadiah sekaligus camping dilokasi Tempat Kejadian Perkara (TKP).
Usai pembagian hadiah sekitar pukul.14.00 wita, hanya korban yang tidak nampak batang hidungnya setelah dilakukan pendataan kehadiran.
“Setelah kami lakukan pengecekan, hanya korban (Taufik Hidayat) yang tidak nampak. Sementara ratusan rekan lainnya berada dilokasi perkemahan,” jelas Fathurqadir Zen menuturkan sebelum peristiwa itu terjadi.
Merasa kuatir dengan hilangnya salah satu muridnya, Fathul Qadir pun lalu melakukan pencarian dibantu oleh Badan Keamanan Desa (BKD) setempat.
Rombongan santri lainnya kemudian sempat pulang dan hanya meninggalkan 11 orang diantaranya Ustad dan santri senior untuk kemudian menginap dilokasi untuk mencari korban.
Kapolres Lombok Timur melalui Kapolsek Jerowaru, IPDA Abd. Rasyid mengatakan, korban ditemukan tersapu ombak dalam kondisi sudah tak bernyawa lalu diangkat untuk dipindahkan ketempat yang aman.
“Hasil pemeriksaan sementara tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan ditubuh korban. Namun saat ditemukan, mayat masih mengeluarkan darah lewat telinga dan matanya,“ ujarnya.
Saat ini ustaz Fathulqadir Zen bersama beberapa ustaz sedang dimintai keterangan oleh penyidik Polsek Jerowaru.
Sementara itu, menurut keterangan ibu korban, Rumaenah, diakui jika korban memang tidak bisa berenang. Atas kejadian tersebut orang tua korban tidak keberatan dan menganggap sebagai sebuah musibah dan menolak untuk dilakukan autopsi.
Saat ini korban sudah dibawa ke PKM Jerowaru untuk proses pemeriksaan medis lebih lanjut dan kemudian dibawa pulang oleh keluarganya. (wr-dy)










