LOMBOK TIMUR – Angka kecelakaan lalu lintas di Kabupaten Lombok Timur mengalami penurunan sebesar 40 persen di tahun 2020.
Data di tahun 2019 jumlah kecelakaan mencapai 384 kasus. Sedangkan di tahun 2020 berkurang menjadi 225 kasus.
Kasat Lantas Polres Lombok Timur, AKP. Putu Gde Caka PR, menegaskan, penurunan tersebut adalah hasil dari kegiatan pre-emtif dan preventif yang dicanangkan Satlantas Polres Lotim selama ini.
“Kegiatan pre-emtif berupa pemasangan baliho/spanduk himbauan di seluruh penjuru jalanan Lombok Timur, Penerangan keliling untuk menghimbau masyarakat tertib berlalu lintas, pembagian leaflet kepada pengguna jalan agar memahami tata tertib di jalan,” jelas Putu Caka, Senin (7/12).
Putu Caka juga mengajak masyarakat untuk tertib melalui program yang dilombakan Satlantas Lotim. Seperti ‘Kontes Video’ himbauan sampai Lomba Komik belum lama ini digelar.
Diakuinya, kecelakaan di Kabupaten Lombok Timur menjadi sorotan karena memiliki angka yang cukup tinggi. Bahkan tertinggi di NTB.
Di masa pandemi ini juga ujarnya, Kapolri telah memerintahkan ke seleluruh jajaran untuk mengurangi intensitas represif seperti tilang. Sehingga Satlantas Lotim memaksimalkan upaya preventif. Seperti patroli cegah laka, patroli ke daerah rawan bencana, Blue Light Patrol pada malam hari.
Bersama instansi lainnya, Satlantas melakukan kegiatan Operasi Yustisi penertiban protokol kesehatan dan penertiban pelanggar lalu lintas.
Dia menjelaskan, kecelakaan Lalu Lintas adalah suatu peristiwa di jalan yang tak diduga dan tidak disengaja melibatkan kendaraan dengan atau tanpa pengguna jalan lain dan mengakibatkan korban manusia atau kerugian harta benda.
Ini telah diatur dalam Pasal 1 angka 24 UU Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.
“Kami mengupayakan giat pre-emtif dan preventif. Apabila masih ada saja yang membahayakan diri sendiri bahkan orang lain, kami akan tetap tegas menindak secara represif. Seperti contoh penggunaan helm, itu adalah suatu kewajiban pengguna roda dua di jala,’ ungkapnya.
Alat standar pengamanan seperti helm gunanya melindungi kepala dari benturan dan mengurangi cidera apabila terjadi hal yang tidak diinginkan.
Petugas masih kata Putu Caka, melakukan penindakan sebagai bentuk kepedulian kepada pengguna jalan.
“Kami patut bersyukur bahwa angka kecelakaan turun hingga 40 persen di Lombok Timur. Ini adalah suatu prestasi yang harus kita tingkatkan sampai mencapai zero accident,” tandasnya. (wr-dy)








