oleh

Angka Kesembuhan Pasien Covid-19 di Lotim di Atas Provinsi NTB

Keterangan foto: Bupati Lombok Timur HM. Sukiman Azmy

LOMBOK TIMUR – Kabar gembira, tingkat kesembuhan pasien Corona Virus Deseases (Covid)-19 atau virus Korona di Kabupaten Lombok Timur berada pada angka 89 persen.

Angka kesembuhan tersebut diatas angka provinsi NTB yang hanya 87 persen.

Sekretaris Daerah (Sekda) Lombok Timur, Drs. HM. Juaini Taopik, MAp meyakini bahwa angka kesembuhan pasien Covid-19 akan terus bertambah.
Kabupaten Lombok Timur yang sebelumnya berada pada zona merah, kini mulai berangsur-angsur kuning. Bahkan tidak lama lagi akan berada pada zona hijau.

Dia menyebutkan, data jumlah terkonfirmasi positif hingga saat ini berjumlah 456 kasus. 405 kasus diantaranya sudah dinyatakan sembuh, isolasi sebanyak 32 orang dan meninggal dunia 19 orang.
Demikian pula daerah terdampak berkurang drastis. Sekarang ini hanya tersisa 25 dari 254 desa.

Baca Juga  Sehari, Empat Warga Loteng Meninggal Karena Covid-19

“Sejak awal virus ini mulai merebak , dari 21 kecamatan di Lotim ada saja warganya terkonfirmasi positif . Berbagai upaya telah dilakukan Pemkab dan jajaran terkait untuk mencegah dan memutuskan mata rantai penyebaran dan membuahkan hasil,” ujar Juaini Taopik kepada wartawan saat menggelar konferensi pers di Pendopo bupati, Rabu (7/10).

Juaini Taopik yang juga dewan Pembina Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) cabang Lombok Timur itu pun mengapresiasi kerja keras tenaga medis yang telah berupaya menangani pasien-pasien terpapar Korona, termasuk penanganan pemimpin tertinggi di Kabupaten Lombok Timur, Drs. HM. Sukiman Azmy.

Baca Juga  Gubernur Bang Zul Apresiasi TNI-Polri Wujudkan Stabilitas Keamanan Daerah

Kendati demikian, Juaini Taopik mengakui jika Covid-19 ini masih belum berakhir. Karenanya, sesuai arahan bupati Lotim hendaknya meningkatkan kepatuhan terhadap protokol kesehatan.

Menyoroti kesembuhan Bupati Lombok Timur, Sukiman Azmy, Direktur RSUD dr. Raden Soedjono Selong, dr. Tantowi Jauhari mengatakan bahwa ada empat fase yang telah dilaluinya selama dalam perawatan. Diantaranya fase inkubasi hingga fase perawatan pernapasan.

Baca Juga  Alami Cedera, Toni Kroos Meninggalkan Pemusatan Latihan Timnas Jerman

Menurut Tantowi Jauhari, dari empat fase tersebut kemungkinan besar bupati terjangkit Covid setelah melakukan perjalanan dinas ke luar daerah pada awal September lalu.
Faktor padatnya jadwal kedinasan ditambah kelelahan menjadi penyebab bupati terpapar Covid-19.

“Mungkin itu menjadi penyebab imunitas atau kekebalan tubuh bupati menurun sehingga tanggal 17 September mulai muncul gejala,” tuturnya.

Setelah menjalani rangkaian perawatan selama 11 hari, bupati pun dinyatakan sembuh. Sesuai hasil swab pada hari Selasa, (6/10). (wr-dy)

Komentar

News Feed