oleh

Program Daulat Pohon Menjaga Sumber Mata Air

LOMBOK UTARA – Air memberikan warna kehidupan bagi makhluk hidup. Karenanya, keberadaan air harus tetap dijaga dan dilestarikan.

Program ‘Daulat Pohon’ yang diprakarsai oleh 12 komunitas yang bergerak dibidang pelestarian lingkungan menanam 100 ribu pohon di sepanjang jalan raya Lekok, Kecamatan Gangga, Kabupaten Lombok Utara (KLU), Sabtu (5/12).

Program Daulat Pohon bertema ‘Rahayu Ning Gumi’ untuk merespon kekhawatiran semua pihak bahwa melestarikan lingkungan merupakan sebuah keharusan untuk masa depan.

Baca Juga  Juventus terancam setelah kalah melawan Benevento

Menurut Gusti Azis, salah satu penggagas Program Daulat Pohon, kegiatan tersebut digelar setiap tahunnya. Tujuannya untuk mengembalikan 255 titik mata air yang terdapat di Lombok Utara.

“Sumber-sumber air sebagai manifestasi kecintaan kita terhadap bumi ini untuk masa depan anak cucu – cucu kita nanti,” ujar Gusti Azis.

Keharusan masyarakat melestarikan alam dengan menanam pohon akan mengembalikan fungsi alam. Salah satunya, agar mata air sebagai sumber kehidupan tetap terjaga.

Baca Juga  Potensi Longsor di Senggigi Masih Besar

Program yang diikuti oleh komunitas pecinta lingkungan semisal Pawang Rinjani, Green Camp, Bintang Hutocare, Herbal Joint dan lainnya, juga dihadiri pejabat DLHK Pemprov NTB.

“Hal-hal kecil ini kita lakukan  bersama sebagai pemantik gerakan lingkungan berkelanjutan,” pintanya.

Terpisah, salah seorang warga setempat mengapresiasi program yang dilakukan oleh komunitas pecinta lingkungan.

Tigna warga KLU mengaku program Daulat Pohon dapat memulihkan kondisi lingkungan yang kini sudah mulai rusak. Keseimbangan alam patut dijaga dengan menanam pohon.

Baca Juga  Menpora Dito: NTB Layak Disebut Pusat Balap Motor Nasional Dampak MXGP

“Menanam pohon akan mampu memulihkan kembali mata air yang sudah hampir punah, dan semoga kegiatan-kegiatan seperti ini tetep ada dilaksanakan di KLU,” harap Tigna. (c-sm)

News Feed