oleh

Saatnya Sejahterakan Pembudi Daya Lobster

MATARAM – Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) NTB menggenjot budi daya lobster. Terlebih setelah Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) memastikan tidak ada kebijakan ekspor benih lobster.

”Kita lakukan kegiatan imbangan di daerah. Tentu berkoordinasi dengan kabupaten/kota,” kata Kepala DKP NTB H Yusron Hadi, Kamis (4/3/2021).

Yusron mengatakan, NTB sangat berpotensi untuk mengembangkan budi daya lobster. Apalagi ketika keran ekspor dibuka beberapa waktu lalu, benih lobster yang dikirim kebanyakan berasal dari NTB. Tentu sekarang menjadi momen yang tepat bagi nelayan untuk membudidayakan lobster. Hingga ukuran konsumsi. ”Kalau seperti itu, harga yang diperoleh bisa lebih baik,” ujarnya.

Baca Juga  Bendahara Pokmas Bongkar Dugaan Kejanggalan RTG di Desa Pagutan

Untuk NTB, lokasi budi daya kebanyakan berada di perairan wilayah selatan Lombok dan Sumbawa. Hanya saja, masih belum tertata dengan baik. Sehingga DKP berencana melakukan penataan kawasan budi daya lebih baik lagi. Apalagi DKP sudah memiliki rencana zonasi wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil.

Ia menyebut, beberapa kawasan budi daya terus mengalami perluasan. Tentu harus ada kontrol dari pemerintah. Guna memastikan areal budi daya tidak mengganggu fungsi ruang lain. Misalnya, alur pelayaran bagi nelayan perikanan tangkap yang lain.

”Dari sisi planning, kita lakukan review kembali, supaya penataannya lebih baik,” kata Yusron.

Baca Juga  Syamsuddin, Ikhlas jadi Sekretaris demi besarkan Perindo dan Jabatan Ketua Perindo Lotim diserahkan Legowo kepada H. Djamaludin

Selain penataan zonasi, dukungan dari DKP dilakukan melalui peningkatan kapasitas kepada nelayan. Mengenai tata cara budi daya lobster yang baik. Tentunya melibatkan kabupaten/kota sebagai pemilik wilayah budidaya.

Kata Yusron, DKP juga menangkap keluhan nelayan. Soal sulitnya pakan lobster.

”Ini yang jadi atensi kita juga. Kita intervensi melalui bantuan alat. Nanti juga dibantu pemerintah pusat. Seperti keramba jaring apung,” tuturnya.

Di NTB, salah satu wilayah dengan potensi lobster terbesar berada di Kecamatan Keruak dan Jerowaru, Lombok Timur (Lotim). Berdasarkan data DKP NTB, jumlah keseluruhan keramba jaring apung (KJA) di dua kecamatan tersebut mencapai ribuan unit.

Baca Juga  Sekjen Gerindra: Prabowo The New Soekarno, Ingin Hilangkan Kemiskinan Lewat Program Makan Siang Gratis

Misalnya di Teluk Telong Elong, ada 747 pembudi daya lobster yang memanfaatkan 4.382 lubang keramba. Kemudian Teluk Ekas, sebanyak 510 pembudi daya dengan 2.492 lubang keramba. Serta Teluk Serewe terdapat 40 pembudidaya dengan jumlah 62 lubang keramba.

Dari jumlah itu yang ditambah dengan pembudidaya lobster di Sumbawa dan Bima, maka potensi bisnis lobster di NTB diperkirakan mencapai 7,1 juta ekor. Dengan proyeksi keuntungan lebih dari Rp 100 miliar per tahun. (*/cr4)

 

Sumber : lombokpost.jawapos.com

News Feed