BIMA – Ribuan jiwa terdampak Banjir Bima, Jumat (2/4). Saat ini, mereka sangat membutuhkan makanan dan air bersih. ’’Sekarang kami butuh makanan dan air. Kami kesulitan dapat makanan sejak tadi malam,’’ kata Syarif warga Tambe, Kecamatan Bolo, Bima.
Bantuan dari pemerintah daerah maupun provinsi NTB, serta dari desa tetangga terus berdatangan. Bahkan pemerintah telah membuka dapur umum di sejumlah titik. Khususnya di daerah yang terdampak banjir.
’’Sudah ada bantuan makanan dan air bersih yang datang. Baik dari pemerintah maupun masyarakat yang peduli,’’ kata Firman, warga Monta.
Korban Banjir saat ini sangat membutuhkan makanan siap saji. Ia berharap pemerintah maupun masyarakat yang peduli untuk menyalurkan bantuan berupa nasi. ’’Kami tidak bisa memasak. Semua barang-barang yang kami miliki sudah hanyut,’’ ungkapnya.
Distribusi bantuan semat mendapat kendala. Karena beberapa jembatan penghubung antar desa hanyut terseret banjir. ’’Ada beberapa jembatan yang putus. Ini yang menyulitkan juga untuk mendrop bantuan kepada korban banjir,’’ kata Fathur, masyarakat dari Kota Bima yang membawakan bantuan makanan bagi korban banjir.
Ia bersama rekannya menyalurkan bantuan nasi bungkus kepada korban Banjir di wilayah Kecamatan Monta dan Woha. ’’Walau pun bantuan kami tidak banyak, setidaknya ini bisa membantuan keluarga kita yang terdampak banjir,’’ ujarnya.
Diketahui, dari data yang dirilis BPBD Kabupaten Bima pukul 23.45 Wita, total kecamatan yang terdampak hanya empat. Yakni di Kecamatan Madapangga, dengan enam desa terdampak. Yakni, Desa Campa dengan warga terdampak 253 KK, 771 Jiwa, Desa Woro dengan warga terdampak 302 KK, 906 Jiwa, Desa Tonda, 451 KK, 1.353 jiwa, Desa Dena, 296 KK, 981 jiwa, Desa Ncandi 112 KK, 318 Jiwa dan Desa Rade, 258 KK, 1.032 jiwa.
Di Kecamatan Bolo meliputi Desa Tambe, dengan warga terdampak 285 KK, 895 jiwa, Desa Rasabou, 193 KK 587 jiwa, Desa Leu, 176 KK, 536 Jiwa, Desa Bontokape, 97 KK, 301 Jiwa, Desa Nggembe, 221 KK, 613 jiwa, Desa Kananga, 305 KK, 927 Jiwa, Desa Rato, 248 KK, 753 Jiwa, Desa Timu, 237 KK, 691 Jiwa.
Kemudian di Kecamatan Woha, yakni Desa Naru dengan warga terdampak 1.005 KK, 3.015 Jiwa, Desa Nisa, 605 KK, 2.000 Jiwa, Desa Rabakodo, 334 KK, 1.000 Jiwa, Desa Tenga 167 KK 500 Jiwa, Desa Tente 154 KK 500 Jiwa, Desa Waduwani 67 KK 200 Jiwa, Desa talabiu 504 KK 1500 Jiwa, Desa pena Pali 235 KK 705 Jiwa, Desa Donggo Bolo 102 KK 305 Jiwa.
Terakhir Kecamatan Monta, dengan wilayah terdampak di Desa Baralau, 135 KK, 397 jiwa, Desa Simpasai, 152, KK 471 jiwa, Desa Sie, 173 KK, 518 jiwa, Desa Sakuru, 134 KK, 410 jiwa, Desa Pela, 87 KK, 253 jiwa, Desa Tangga, 207 KK, 609 jiwa dan Desa Monta, 103 KK, 315 jiwa. (*/cr4)
Sumber : lombokpost.jawapos.com







