LOMBOK TIMUR – Dari 10 kabupaten/kota yang mengikuti Lomba Kampung Sehat tingkat Provinsi NTB, Kabupaten Lombok Timur menyumbangkan 8 nominasi terbaik dari 13 item kategori yang dilombakan.
Ke-8 nominasi itu diantaranya, Bupati, Sekda, Kapolres, Dandim, Kadis Kesehatan, Danramil, Lurah/desa dan tempat ibadah terbaik.
Meski belum diumumkan secara resmi, Pemkab Lombok Timur mengaku cukup gembira dengan nominasi tersebut.
Sekretaris Daerah (Sekda) Lombok Timur, Drs HM. Juaini Taofik, MAp, mengaku senang dengan capaian tersebut.
Namun ia menegaskan bahwa rangkaian dari Lomba Kampung Sehat tersebut semata-mata bukanlah tujuan utama. Tapi yang terpenting, Lombok Timur mampu menekan laju kendali penyebaran Covid-19.
“Ini sebuah model yang digunakan pemprov NTB untuk menekan laju penyebaran Covid-19. Untuk kita ketahui, program kampung sehat ini melibatkan banyak stake holder. Bukan saja Pemda tapi Kapolres, Dandim dan sebagainya untuk berlomba-lomba melaksanakan Perda prokes (protokol kesehatan),” jelas Juaini Taofik kepada media ini Senin (2/11).
Rangkaian lomba Kampung Sehat ini diasumsikan Sekda Lotim, bobot tertingginya berada pada prokes. Seberapa besar semua pihak patuh menjalankan program prokes.
Faktanya, Lombok Timur sudah mampu menekan penyebarannya.
Indikatornya, dari Lotim berada pada zona merah berangsur-angsur ke zona yang lebih baik. Bahkan, dari 254 jumlah desa/kelurahan, Lombok Timur berpenduduk terbanyak di NTB, kini menyisakan 19 desa dengan 23 pasien yang terkonfirmasi positif Covid-19.
Parameter lainnya, RSUD di Lotim tidak sampai menimbulkan over load atau over capacity pasien yang dirawat.
“Dengan jumlah 19 desa itu, artinya hanya tersisa kurang dari 10 persen saja. Dan ini merupakan kerjasama semua pihak dalam menekan laju penularan,” tandas Juaini Taofik. (wr-dy)










